Lewati ke konten
WKA — Perlengkapan Industri Perhiasan info@wka.co.id
Katalog produk & konsultasi via WhatsApp

Alat Ukur yang Penting untuk Workshop Perhiasan dan Fungsinya

Alat Ukur yang Penting untuk Workshop Perhiasan dan Fungsinya

Di workshop perhiasan, selisih setengah milimeter bisa menentukan apakah batu duduk rapat di dudukannya atau justru goyang. Selisih beberapa ukuran cincin bisa membuat pelanggan kecewa, dan selisih berat bisa memengaruhi perhitungan harga. Karena itu, alat ukur bukan pelengkap, melainkan fondasi kerja yang rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.

1. Jangka Sorong atau Gauge

Jangka sorong digunakan untuk mengukur ketebalan, lebar, dan diameter dengan teliti. Di workshop perhiasan, alat ini dipakai untuk:

  • Mengukur ketebalan lempeng dan diameter kawat sebelum dipotong.
  • Memeriksa lebar cincin dan ketebalan dinding.
  • Mengukur diameter batu untuk menentukan ukuran dudukan.
  • Mengecek hasil akhir agar sesuai pesanan.

Gauge berbahan kuningan seperti Brass Gauge 80MM (Caliper) praktis dipakai di meja kerja untuk pengukuran benda kecil. Biasakan menutup rahang alat dan memastikan posisinya kembali ke nol sebelum mengukur.

2. Ring Sizer

Ring sizer adalah set cincin ukur untuk mengetahui ukuran jari pelanggan. Alat ini penting di toko maupun workshop, terutama untuk pesanan cincin kawin dan reparasi ganti ukuran. Set seperti HK Ring Sizes (1-33) memudahkan Anda mencatat ukuran dalam satu standar yang konsisten. Penjelasan lebih detail tentang cara mengukur jari dan pergelangan ada di artikel alat ukur cincin dan gelang.

Satu hal yang perlu diperhatikan: standar ukuran cincin di berbagai negara berbeda. Pastikan seluruh tim memakai standar yang sama dan menuliskannya di nota atau kartu pesanan.

3. Timbangan Digital

Timbangan digital dipakai untuk menimbang bahan sebelum dan sesudah produksi, menghitung susut, serta menentukan berat jual. Untuk perhiasan, resolusi 0,01 gram sudah menjadi kebutuhan umum. Pilih kapasitas sesuai pekerjaan: timbangan saku untuk perhiasan satuan, dan timbangan meja berkapasitas lebih besar untuk bahan dalam jumlah banyak. Lihat pilihannya di kategori Timbangan dan baca cara memilih timbangan digital yang akurat.

4. Penggaris Baja dan Alat Ukur Pendukung

Selain tiga alat utama di atas, workshop biasanya juga membutuhkan:

  • Penggaris baja – untuk mengukur panjang rantai dan kawat.
  • Ring mandrel bertanda ukuran – untuk membentuk sekaligus memeriksa ukuran cincin.
  • Pengukur kawat dan lempeng – untuk mengecek ukuran bahan secara cepat.
  • Gauge batu – untuk memilah batu berdasarkan diameter.

Kapan Alat Ukur Paling Sering Dipakai?

Agar lebih mudah membayangkan, berikut contoh alur kerja pesanan cincin di workshop. Pertama, ukuran jari pelanggan dicatat dengan ring sizer. Kedua, bahan ditimbang sebelum dilebur atau dipotong. Ketiga, ketebalan lempeng dan lebar cincin diperiksa dengan jangka sorong selama proses pembentukan. Keempat, diameter batu diukur agar dudukan dibuat pas. Terakhir, cincin jadi ditimbang ulang dan ukurannya dicek sekali lagi sebelum diserahkan. Di setiap tahap, satu alat ukur yang tidak tersedia atau tidak akurat bisa membuat pekerjaan harus diulang.

Kebiasaan Baik Saat Mengukur

  1. Bersihkan permukaan benda dan alat ukur sebelum dipakai.
  2. Ukur minimal dua kali untuk pekerjaan penting.
  3. Catat hasil ukur di kartu kerja, lengkap dengan satuannya.
  4. Simpan alat ukur di tempat khusus, jauh dari palu dan benda berat.
  5. Periksa kondisi alat secara berkala dan ganti bila sudah aus.

Penutup

Alat ukur yang lengkap dan terawat membuat hasil kerja konsisten serta mengurangi pekerjaan ulang. Lihat seluruh pilihannya di kategori Alat Ukur, lalu masukkan ke Daftar Permintaan atau konsultasikan kebutuhan workshop Anda dengan tim WKA melalui WhatsApp.

Butuh perlengkapan yang dibahas di artikel ini?

Jelajahi katalog WKA atau tanyakan langsung kepada tim kami.

Chat WhatsApp